Jumat, 25 Februari 2011

Operator Aritmatik

Operator aritmatik terdiri :
  1. Penjumlahan (+)
  2. Pengurangan (-)
  3. Perkalian (*)
  4. Pembagian (/)
  5. Modulo (%)


Contoh 3:
//operator aritmatik 1
#include
#include
#define phi 3.14
#define r1 10
#define teks "Program mencari luas lingkaran\n\n"

main() {
  cout<
  float r, luas;
  cout<<"Luas lingkaran pertama = "<
  cout<<"\nNilai jari-jari = ";cin>>r;
  luas=phi*r*r;
  cout<<"\nLuas lingkaran kedua = "<
  getch();
}

Contoh 3:
//operator aritmatik 2
#include
#include

main() {
  int a,b,hasil,sisa;
  cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
  cout<<"Masukkan angka pertama (a) = ";cin>>a;
  cout<<"Masukkan angka kedua   (b) = ";cin>>b;
  hasil=a/b;
  sisa=a%b;
  cout<<"\nHasil pembagian bulat = "<
  cout<<"\nSisa hasil bagi       = "<
  getch();
}

Tipe Casting
Dari contoh 3 dapat diketahui bahwa:
Jika kita mempunyai dua variabel integer (a dan b), dan kita ingin membagi keduanya (a/b), hasilnya diimpan ke variabel hasil yang tipenya int , maka hasil yang tersimpan hanya nilai integernya saja.
Bagaimana jika kita ingin agar dua bilangan bulat yang dibagi tersebut hasilnya dapat memuat angka desimal?
Caranya :
Tipe variabel yang menampung hasil harus float dan ubah salah satu data yang diproses menjadi float sementara (type casting)

Contoh 4:
//operator aritmatik 3
//pembagian dengan hasil bertipe float, hasil yang tersimpan adalah integernya
#include
#include

main() {
  int a,b;
  float c;
  cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
  cout<<"Masukkan angka pertama (a) = ";cin>>a;
  cout<<"Masukkan angka kedua   (b) = ";cin>>b;
  c=a/b;
  cout<<"\nHasil pembagian          = "<
  getch();
}

Contoh 5:
//operator aritmatik 4
//contoh penggunaan type casting
#include
#include

main() {
  int a,b;
  float c;
  cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
  cout<<"Masukkan angka pertama (a) = ";cin>>a;
  cout<<"Masukkan angka kedua   (b) = ";cin>>b;
  c=float(a)/b;
  cout<<"\nHasil pembagian          = "<
  getch();
}

Mengatur angka desimal dan non desimal

Caranya:
1.      menggunakan instruksi setprecision(n)
2.      menggunakan instruksi setiosflag(ios::fixed)
Kedua instruksi diatas memerlukan header file iomanip.h

Contoh 6:
//penggunaan setprecision
#include
#include
#include

main() {
  int a,b;
  float c;
  cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
  cout<<"Masukkan angka pertama (a) = ";cin>>a;
  cout<<"Masukkan angka kedua   (b) = ";cin>>b;
  c=float(a)/b;
  cout<<"\nHasil pembagian = "<<
  getch();
}

Keterangan :
setprecision (3) à tempat yang dipesan baik untuk nilai bulat maupun desimal adalah 3.

Contoh 7:
//penggunaan setprecision dan setiosflags
#include
#include
#include

main() {
  int a,b;
  float c;
  cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
  cout<<"Masukkan angka pertama (a) = ";cin>>a;
  cout<<"Masukkan angka kedua   (b) = ";cin>>b;
  c=float(a)/b;
  cout<<"\nHasil pembagian          = "
 <<<
  getch();
}

Keterangan :
setiosflags(ios::fixed)<à tempat yang dipesan untuk angka desimal saja.

Contoh 8:
//penggunaan setprecision untuk data yang nilainya besar
#include
#include
#include
#include

main() {
  char nama[10];
  double gpokok,pot,tunj,gbersih;
  cout<<"Nama karyawan : ";cin>>nama;
  cout<<"Gaji pokok    : ";cin>>gpokok;
  cout<<"Tunjangan     : ";cin>>tunj;
  cout<<"Potongan      : ";cin>>pot;
  gbersih=gpokok+tunj-pot;
  cout<<"\n\nGaji bersih   : "<<
  getch();
}

Keterangan:
Instruksi setprecision(10) bisa dihilangkan seandainya gaji bersih kurang dari 1 juta, tetapi jika lebih dari 1 juta maka akan ditampilkan dalam bentuk eksponensial sehingga perlu ketelitian dalam membaca hasilnya.

Operator gabungan
Antara lain : +=, -=, *=, /=, %=

Operator
Contoh
Ekivalen
+=
bonus += 500;
bonus = bonus + 500;
-=
budget -= 50;
budget = budget - 50;
*=
gaji *= 1.2;
gaji=gaji * 1.2;
/=
faktor/= 50;
faktor= faktor/.50;
%= 
 jml_hari %=7;
jml_hari =jml_hari % 7;
Contoh 8:
// operator gabungan
#include
#include
main()
{
   int i  = 4;
   int j  = 8;
   int k = 12;
   int jwb;
   jwb = i + j;
   cout << jwb << "\n";
   jwb += k;
   cout << jwb << "\n";
   jwb /= 3;
   cout << jwb << "\n";
   jwb -= 5;
   cout << jwb << "\n";
   jwb *= 2;
   cout << jwb << "\n";
   jwb %= 4;
   cout << jwb << "\n";
   jwb *= 5+3;
   cout << jwb << "\n";
   jwb += 4-2;
   cout << jwb << "\n";
   getch();
}

Increase dan Decrease
Operator
Contoh
Deskripsi
Pernyataan yang ekivalen
++
J++;       
posfix
j = j + 1;                       j += 1;
++
++j;
prefix
j = j + 1;                       j += 1;
--
j--;
postfix
j = j - 1;                        j  -= 1;
--
--j;
prefix
j = j - 1;                        j -= 1;

Contoh 9 :
// increase dan decrease
#include
#include
main()
{
   int i1=4,i2=4;
   int j1=8,j2=8;
   int a,b,c,d;
   a=++i1;
   b=i2++;
   c=--j1;
   d=j2--;
   cout<<"\nNilai a = "<
   cout<<"\nNilai i1 = "<
   cout<<"\n\nNilai b = "<
   cout<<"\nNilai i2 = "<
   cout<<"\n\nNilai c = "<
   cout<<"\nNilai j1 = "<
   cout<<"\n\nNilai d = "<
   cout<<"\nNilai j2 = "<
   getch();
}
Fungsi built-in matematik yang sering digunakan

Fungsi-fungsi tersebut antara lain:
  1. Fungsi sqrt(x) à untuk mencari Öx.
  2. Fungsi pow(x,y) à digunakan untuk mencari xy
Kedua fungsi tersebut harus menggunakan header file math.h

Contoh 10:
//penggunaan sqrt dan pow
#include
#include
#include

main() {
  float a,b,c,d;
  a=5;
  b=7;
  c=sqrt(a);
  d=pow(a,b);
  cout<<"\nAkar "<<<" = "<
  cout<<"\n"<<<" pangkat "<<<" = "<
  getch();
}

Baca Selengkapnya......

Kamis, 24 Februari 2011

Penjelasan file header dan fungsi-fungsi pada bahasa C

File – File Header

  • stdio.h : berisi prototype fungsi untuk fungsi pustaka baku input output,perintah dasar untuk IO
  • math.h : berisi prototype fungsi untuk pustaka matematika
  • string.h : berisi prototype fungsi untuk pemrosesan string
  • iostream.h : diperlukan pada program yang melibatkan objek cout
  • conio.h : diperlukan bila melibatkan clrscr(),yaitu perintah untuk membersihkan layar.

Fungsi - Fungsi

  • Do - while : Statemen do-while digunakan untuk mengulang suatu proses selama kondinya dipenuhi.
Bentuk sintaks statemen do-while adalah:
do
Pernyataan
while (kondisi)

  • For : Statemen for digunakan untuk mengulang eksekusi suatu ungkapan dengan jumlah pengulangan yang sudah tertentu. 
Bentuk sintaksisnya adalah sebagai berikut:For (ungkapan1; ungkapan2; ungkapan3)
Pernyataan;

  • While : Berbeda dengan do-while, pada statemen while pengujian terhadap loop dilakukan di bagian awal (sebelum tubuh loop). 
Bentuk sintaksisnya adalah sebagai berikut:While (kondisi)
pernyataan

islower() : Mempunyai bentuk
int islower(int c);
Merupakan makro yang akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) jika c adalah sebuah huruf kecil (‘a’ sampai dengan ‘z’).

isupper() : Mempunyai bentuk
int isupper(int c);
Merupakan makro yang akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) jika c a adalah sebuah huruf kecil (‘A’ sampai dengan ‘Z’).

tolower() : Mempunyai bentuk
int tolower(int c);
Jika c adalah huruf kapital, maka hasil fungsi berupa huruf kecilnya.
Apabila c tidak berupa huruf kapital, keluaran fungsi sama dengan c.

toupper() : Mempunyai bentuk
int toupper(int c);
Jika c adalah huruf kecil, maka hasil fungsi berupa huruf kapitalnya.
Apabila c tidak berupa huruf kecil, keluaran fungsi sama dengan c.

strcpy() : Mempunyai bentuk
strcpy(tujuan, asal);
Fungsi ini digunakan untuk menyalin variabel string asal ke variabel string tujuan atau berfungsi untuk menyalin isi suatu string ke string lain.
Dalam hal ini, variabel tujuan haruslah mempunyai ukuran yang dapat digunakan untuk menampung seluruh karakter dari string asal.
Contoh:
strcpy(pepatah, “Kalau ada kemauan pasti ada jalan”);
merupakan instruksi untuk menyalin string “Kalau ada kemauan pasti ada jalan” ke variabel string pepatah.

strlen() : Mempunyai bentuk
strlen(var_string);
Digunakan untuk memperoleh jumlah karakter dalam variabel string yang merupakan argumennya atau digunakan untuk mengetahui panjang suatu string
Karakter NULL tidak ikut dihitung.

strcmp() : Mempunyai bentuk
var_int = strcmp(str1, str2);
Fungsi ini digunakan untuk membandingkan variabel string str1 dengan string str2. Atau digunakan untuk membandingkan 2 buah string secara case sensitive.

sqrt() : Digunakan untuk menghitung akar dari sebuah bilangan.
Bentuk umum : sqrt(bilangan);

pow() : Digunakan untuk menghitung pemangkatan suatu bilangan.
Bentuk umum : pow(bilangan, pangkat);

atof() : Digunakan untuk mengkonversi nilai string menjadi bilangan bertipe double.
Bentuk umum : atof(char x);

atoi() : Digunakan untuk mengkonversi nilai string menjadi bilangan bertipe integer.

Baca Selengkapnya......